GfClGfW8TSA9GfY6GfdpTUd5Td==

Kakak-Adik Maggie dan Jeremie Asal Jawa Timur, Kompak Raih Prestasi Matematika Sejak Dini

Dokumentasi pribadi : kakak beradik beprestasi dan guru

SURABAYA – Prestasi matematika tidak hanya tentang medali. Bagi kakak-adik Maggie The dan Jeremie The, mengikuti berbagai kompetisi menjadi kesempatan untuk belajar berpikir, memecahkan masalah, dan berani menghadapi soal-soal sulit.

Keduanya merupakan siswa Sampoerna Academy Surabaya-Pakuwon Indah. Sejak usia dini, Maggie dan Jeremie telah mengikuti berbagai kompetisi matematika tingkat nasional dan internasional.

Sejumlah medali berhasil mereka raih dari berbagai ajang, seperti SEAMO, SIMOC, WMI, serta kompetisi matematika lainnya.

Maggie yang kini duduk di Grade 3 mengatakan soal dalam kompetisi matematika memiliki tantangan yang berbeda. Peserta tidak hanya mengerjakan soal hitungan, tetapi juga harus menggunakan logika dan kemampuan membayangkan sebuah bentuk.

"Lomba itu banyak tantangannya. Ada beberapa soal dengan tipe yang berbeda. Tidak hanya tulisan hitungan, tetapi juga banyak logika," ujar Maggie.

Salah satu soal yang paling diingat Maggie adalah soal mengenai susunan dadu. Beberapa dadu disusun bertumpuk dan sebagian sisinya tidak terlihat. Peserta harus membayangkan susunan tersebut untuk menemukan jawaban.

"Kita juga harus membayangkannya. Misalnya ada soal dadu yang ditumpuk-tumpuk dan sebagian tidak diketahui angkanya. Kita harus mencari tahu total bagian dasarnya," jelasnya.

Menurut Maggie, soal seperti itu tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghitung. Ia harus melihat pola, memahami informasi yang diberikan, kemudian menentukan cara untuk mendapatkan jawaban.

Pengalaman mengikuti kompetisi membuat Maggie terbiasa menghadapi soal yang belum pernah ditemuinya. Ketika belum menemukan jawaban, ia belajar untuk mencoba kembali dan mencari cara lain.

Perkembangan Maggie mendapat apresiasi dari Alfredo Francisco Bretana, Grade 2 Homeroom Teacher Sampoerna Academy Surabaya.

"I am incredibly proud of Maggie for her outstanding achievements on the international stage," ujar Alfredo.

Menurut Alfredo, Maggie menunjukkan rasa ingin tahu dan ketekunan dalam belajar. Ia menilai kedua hal tersebut penting untuk membantu siswa menghadapi berbagai tantangan.

"Through STEAM education, we nurture her potential, encourage her to embrace challenges, and empower her to become a confident learner," katanya.

Menurut Alfredo, pendidikan tidak hanya bertujuan membuat siswa mendapatkan jawaban yang benar. Siswa juga perlu belajar bertanya, mencoba, menghadapi kesalahan, dan mencari solusi.

"Her success reminds us that Indonesia's future is bright," ujarnya.

Hal serupa terlihat pada Jeremie The. Adik Maggie yang kini berada di Grade 2 tersebut juga mengikuti berbagai kompetisi matematika.

Jeremie mengakui bahwa soal kompetisi tidak selalu mudah.

"Aslinya sulit," katanya.

Namun, ia percaya kesulitan dapat diatasi dengan belajar.

"Tapi kalau belajar jadi gampang. Harus semangat terus supaya makin pintar. Biar nanti masa depannya enak," lanjut Jeremie.

Bagi Jeremie, belajar menjadi cara untuk meningkatkan kemampuan. Soal yang awalnya terasa sulit dapat menjadi lebih mudah setelah dipelajari dan dilatih.

Perjalanan matematika Maggie dan Jeremie mulai dibangun sejak mereka berada di Grade 1. Saat itu, keduanya pernah mendapatkan pendampingan dari Shary Faith Layawan, Grade 1A Homeroom Teacher Sampoerna Academy Surabaya-Pakuwon Indah, yang juga menjadi guru matematika mereka.

"It is truly an honour to have been part of Maggie and Jeremie's mathematical journey during their Grade 1 years in Grade 1A," ujar Shary.

Shary mengatakan pembelajaran matematika saat itu tidak hanya berfokus pada jawaban yang benar. Ia juga mendorong siswa untuk memiliki rasa ingin tahu, belajar memecahkan masalah, dan berani mencoba.

"As their Mathematics teacher, I was privileged to nurture their curiosity, strengthen their problem-solving skills, and encourage them to challenge themselves," katanya.

Kini Maggie berada di Grade 3, sedangkan Jeremie berada di Grade 2. Keduanya masih melanjutkan perjalanan mereka melalui berbagai kompetisi matematika.

"Today, seeing Maggie and Jeremie continue to excel in mathematics competitions such as SEAMO, SIMOC, WMI, and other national and international competitions fills me with immense pride," ujar Shary.

Menurut Shary, prestasi keduanya merupakan hasil dari proses belajar yang dibangun sejak dini.

"Although they have now moved on to Grade 3 and Grade 2, respectively, I am grateful to have played a small part in building the foundation for their continued growth," katanya.

Ia menilai dukungan dan dorongan yang tepat dapat membantu anak mengembangkan potensinya.

"Their achievements are a wonderful reminder that with passion, perseverance, and the right encouragement, young learners can achieve extraordinary things," ujar Shary.

Bagi Maggie dan Jeremie, kompetisi matematika bukan hanya tentang mendapatkan medali. Setiap soal menjadi kesempatan untuk belajar. Ketika jawaban salah, mereka belajar memperbaikinya. Ketika soal terasa sulit, mereka belajar untuk mencoba lagi.

Pada akhirnya, medali hanyalah salah satu hasil dari perjalanan tersebut. Kemampuan berpikir, memecahkan masalah, berani menghadapi tantangan, dan terus belajar menjadi bekal yang lebih panjang bagi keduanya.

 

Type above and press Enter to search.