| Kegiatan pembelajaran tembang macapat Megatruh dengan pemanfaatan bonang digital di SMK Negeri 6 Yogyakarta. |
Yogyakarta – Pembelajaran tembang macapat Megatruh dilaksanakan pada peserta didik kelas X di SMK Negeri 6 Yogyakarta sebagai bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK). Kegiatan pembelajaran memanfaatkan bonang digital sebagai media untuk membantu peserta didik mendengarkan acuan nada ketika melagukan tembang macapat. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas SMK Negeri 6 Yogyakarta dengan melibatkan mahasiswa praktikan dan peserta didik sebagai sasaran kegiatan. Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Kegiatan diawali
dengan penyampaian materi Tembang Macapat Megatruh yang meliputi cakepan,
titilaras, serta paugeran tembang berupa guru gatra,
guru wilangan, dan guru lagu. Tembang yang digunakan adalah Megatruh
Laras Pelog Pathet Barang dari Serat Wulangreh. Setelah memahami
materi, peserta didik diarahkan untuk mempraktikkan tembang secara langsung.
Dalam proses tersebut digunakan aplikasi Real Drum pada telepon seluler dengan
kit instrumen Bonang Sorok/Barang. Telepon seluler dihubungkan dengan pengeras
suara agar bunyi bonang dapat didengar oleh seluruh peserta didik. Bunyi bonang
digunakan sebagai acuan tinggi-rendah nada sebelum dan selama peserta didik
melagukan Tembang Megatruh.
Pemanfaatan bonang
digital memberikan manfaat dalam proses pembelajaran, terutama dalam membantu
peserta didik memperoleh referensi nada secara langsung. Acuan bunyi dari
bonang membantu peserta didik mengikuti nada yang diberikan dan mengurangi
kecenderungan nada turun ketika menyanyikan tembang. Peserta didik juga dapat
lebih mudah mengenali urutan titi laras. Bagi proses pembelajaran,
penggunaan media digital memberikan alternatif yang praktis untuk mendukung
pembelajaran tembang macapat tanpa menghilangkan unsur tradisional yang menjadi
inti materi. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan
untuk menunjang pembelajaran seni dan budaya serta memberikan pengalaman
belajar yang lebih terarah bagi peserta didik. Hal ini menjadi salah satu
bentuk kontribusi kegiatan PK dalam mendukung SDGs poin ke-4 melalui
pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan bonang digital diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media dalam pembelajaran tembang macapat di sekolah. Penggunaan teknologi sederhana seperti aplikasi instrumen digital dapat terus dikembangkan untuk membantu peserta didik memahami sekaligus mempraktikkan materi budaya Jawa. Dengan adanya media pendukung yang sesuai, pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara lebih aktif, praktis, dan bermakna sehingga turut mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMK Negeri 6 Yogyakarta.
Penulis: Viona Nur Handayani (Mahasiswa PK UNY 2026)