
Foto bersama mahasiswa dan warga usai kegiatan, Dok, Panitia
Ayo Nusantara, Melirang
– Mahasiswa dari Kelompok R-15 Sub Kelompok 2 memperkenalkan alat bantu untuk
merawat tanaman obat keluarga (toga) di gang Kyai Sarqi, Desa Melirang, Selasa
sore (7/7). Kegiatan sosialisasi dan penyerahan alat berlangsung pukul 16.00
WIB dan dihadiri oleh Ketua PKK Desa Melirang, puluhan ibu-ibu PKK, serta warga
sekitar.
Alat
yang diperkenalkan berupa rak tanaman toga bertingkat tiga yang dilengkapi
dengan sistem penyiram semi otomatis di bagian atasnya. Cara penggunaannya
cukup sederhana. Warga hanya perlu menuangkan air ke wadah yang ada di puncak
rak, lalu air akan mengalir sendiri membasahi tanaman di setiap tingkat. Rak
ini dibuat bertingkat agar tidak memakan banyak tempat, sehingga cocok untuk
pekarangan rumah yang ukurannya terbatas.
Kegiatan
diawali dengan sosialisasi di mana mahasiswa menjelaskan cara kerja alat dan
bagaimana warga bisa memanfaatkannya untuk perawatan toga sehari-hari. Mereka
juga mempraktikkan langsung cara menuangkan air dan mengatur aliran agar tidak
terlalu deras. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti penjelasan. Beberapa di
antara mereka bahkan mencoba memegang dan menuangkan air sendiri ke dalam
wadah.
Ketua
PKK Desa Melirang, Ibu Yuliati, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada
mahasiswa yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat. "Terima kasih mbak
mas, lebih memudahkan menyirami tanaman ini," ujarnya. Menurut beliau,
alat ini sangat membantu warga yang selama ini kesulitan merawat toga karena
keterbatasan waktu, terutama di musim kemarau ketika tanaman perlu disiram
lebih sering.
Pramudya,
salah satu mahasiswa pemberdayaan masyarakat R-15, menyampaikan bahwa alat ini
dibuat berdasarkan pengamatan mereka di lapangan. "Ilmu yang ga seberapa
ini kita realisasikan menjadi alat ini bu, semoga bermanfaat," katanya. Ia
menjelaskan bahwa banyak warga sebenarnya rajin menanam toga seperti jahe,
kunyit, dan lengkuas, tetapi mereka sering mengabaikan perawatan karena sibuk
dengan pekerjaan rumah tangga. Dengan alat ini, mahasiswa berharap warga bisa
lebih mudah merawat tanaman toga tanpa perlu repot menyiram setiap hari.
Setelah
sesi sosialisasi selesai, mahasiswa menyerahkan rak toga secara simbolis kepada
Ketua PKK setempat. Alat tersebut rencananya akan ditempatkan di lokasi yang
bisa diakses oleh seluruh warga. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan oleh
banyak keluarga di gang Kyai Sarqi dan sekitarnya, tidak hanya oleh satu atau
dua orang saja.
Kegiatan
berlangsung dalam suasana santai tetapi serius. Warga terlihat antusias mencoba
langsung alat yang baru diperkenalkan. Beberapa ibu bahkan bertanya apakah
mereka bisa membuat rak serupa di rumah dengan bahan yang lebih sederhana.
Mahasiswa pun menjawab dengan sabar sambil memberikan tips perawatan agar alat
tetap awet dan bisa dipakai dalam waktu lama.
Mahasiswa
pemberdayaan masyarakat berharap rak toga ini bisa terus dimanfaatkan dan
dirawat oleh warga. Mereka juga berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal
bagi warga untuk lebih giat menanam toga di pekarangan rumah. Selain bermanfaat
untuk kesehatan keluarga, menanam toga juga bisa mengurangi ketergantungan pada
obat-obatan kimia.
Kontributor:
Mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat R-15 Sub Kelompok 2, Desa Melirang, Kecamatan
Bungah, Kabupaten Gresik