GfClGfW8TSA9GfY6GfdpTUd5Td==

Magister Akuntansi UNJ Lakukan Pengabdian di Indramayu, Dorong UMKM Desa Bulak Kuasai Laporan Keuangan Digital

Digital financial reporting training for UMKM in Bulak Village Indramayu

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, pengelolaan keuangan yang efisien dan akurat menjadi kunci sukses bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Di Desa Bulak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, program Studi S2 Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertajuk “Digital Financial Reporting For Msme’s: Unlocking Financing Access To Support Sdg 8”. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan keterampilan penting kepada pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara digital.

Program PkM ini dilaksanakan pada tanggal 10-11 Juni 2025 di Aula Desa Bulak, dengan partisipasi aktif dari berbagai pelaku usaha mikro, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kewirausahaan, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai dasar pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan adanya program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mandiri dan berdaya saing dalam menjalankan bisnis mereka.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen UNJ dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, UNJ berupaya memastikan bahwa semua individu memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi model desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pelatihan Pengelolaan dan Pembuatan Laporan Keuangan Digital

Salah satu sesi utama dalam kegiatan PkM ini adalah pelatihan pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan digital untuk UMKM. Sesi ini dipandu oleh Muhammad Yusuf dan Ayatulloh Michael Musyaffi, dua dosen Program Studi S2 Magister Akuntansi FEB UNJ. Mereka memperkenalkan cara-cara pengelolaan keuangan yang efisien dan akurat menggunakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh tim pengabdian S2 Akuntansi FEB UNJ.

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana mengatur keuangan bisnis secara digital, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan yang bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Teknologi digital memungkinkan proses ini dilakukan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga diajarkan cara mengelola arus kas dan mengidentifikasi potensi risiko keuangan yang mungkin terjadi.

Penggunaan aplikasi digital dalam pengelolaan keuangan sangat penting, terutama bagi pelaku UMKM yang seringkali kesulitan dalam mengelola keuangan secara manual. Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja bisnis mereka.

Pelatihan Pembuatan Konten Marketing Digital

Selain pelatihan keuangan, kegiatan PkM ini juga menyediakan sesi pelatihan pembuatan konten marketing digital. Sesi ini dipandu oleh Bangun Indra Pratama, CEO Bangunmoto dan alumni FEB UNJ. Di sini, peserta dibekali dengan keterampilan dalam membuat konten promosi yang menarik untuk media sosial, yang sangat penting untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal di pasar digital.

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana merancang strategi pemasaran digital yang efektif, mulai dari pengenalan audiens target hingga pemilihan platform media sosial yang tepat. Mereka juga diajarkan cara membuat konten visual dan teks yang menarik, seperti foto, video, dan iklan berbasis teks. Selain itu, peserta juga belajar bagaimana mengukur hasil kampanye pemasaran digital melalui analisis data dan metrik performa.

Pentingnya pemasaran digital semakin meningkat seiring dengan berkembangnya dunia online. Dengan kemampuan ini, pelaku UMKM di Desa Bulak dapat lebih mudah menjangkau konsumen baru dan meningkatkan penjualan produk mereka. Pelatihan ini juga diharapkan mampu membangkitkan minat generasi muda untuk terlibat dalam pemasaran digital, sehingga menciptakan peluang kerja baru di tingkat desa.

Pelatihan Penyusunan Proposal Bisnis dan Perpajakan untuk UMKM

Sesi ketiga dalam kegiatan PkM ini adalah pelatihan penyusunan proposal bisnis dan perpajakan untuk UMKM. Sesi ini dipandu oleh Gentiga Muhammad Zairin, dosen FEB UNJ. Di sini, peserta diberikan pemahaman tentang cara merancang proposal usaha yang praktis dan dasar-dasar perpajakan bagi UMKM.

Proposal bisnis yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendapatkan dukungan finansial dari lembaga keuangan atau investor. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana menyusun proposal yang jelas, terstruktur, dan menarik. Mereka juga diajarkan bagaimana mengidentifikasi kebutuhan modal usaha dan merencanakan anggaran yang realistis.

Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang perpajakan, termasuk jenis pajak yang harus dibayar, cara pengisian formulir pajak, dan manfaat dari pengajuan pajak secara digital. Dengan pemahaman ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah memenuhi kewajiban perpajakan dan menghindari risiko hukum yang mungkin terjadi.

Pelatihan ini sangat penting karena banyak pelaku UMKM yang masih kurang memahami tata cara pengajuan pajak dan penyusunan proposal bisnis. Dengan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu mengelola bisnis mereka dengan lebih baik dan meningkatkan peluang mendapatkan pendanaan.

Komitmen UNJ dalam Mendukung SDGs 8

Program PkM yang dilaksanakan oleh Program Studi S2 Magister Akuntansi FEB UNJ bukan hanya sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen UNJ dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 8. Tujuan SDGs 8 adalah Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menciptakan pekerjaan yang produktif, serta memastikan pekerjaan yang layak bagi semua orang, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi dan infrastruktur.

Dengan program ini, UNJ berupaya memastikan bahwa pelaku UMKM di Desa Bulak memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menciptakan solusi yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan Desa Bulak dapat menjadi model desa yang berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.

Manfaat dan Dampak Jangka Panjang

Manfaat dari program PkM ini sangat luas dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Bulak. Pertama, pelaku UMKM akan memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara digital, yang akan meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan bisnis. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, pelaku UMKM dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

Kedua, pelatihan pembuatan konten marketing digital akan membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan visibilitas produk mereka di pasar digital. Dengan kemampuan ini, mereka dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan penjualan. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membangkitkan minat generasi muda untuk terlibat dalam pemasaran digital, sehingga menciptakan peluang kerja baru di tingkat desa.

Ketiga, pelatihan penyusunan proposal bisnis dan perpajakan akan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam merencanakan bisnis mereka dan memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan pengetahuan ini, mereka dapat lebih mudah mendapatkan pendanaan dan menghindari risiko hukum yang mungkin terjadi.

Dengan kombinasi pelatihan yang diberikan, diharapkan pelaku UMKM di Desa Bulak akan lebih siap menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini juga menjadi contoh nyata dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi

Meskipun program PkM ini menawarkan banyak manfaat, implementasinya juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses teknologi di tingkat desa. Banyak pelaku UMKM di Desa Bulak belum memiliki perangkat digital yang cukup untuk mengakses aplikasi pengelolaan keuangan. Selain itu, ada juga kendala dalam pemahaman teknologi yang masih rendah di kalangan masyarakat.

Untuk mengatasi hal ini, UNJ dan pemerintah desa berkolaborasi dalam memberikan pendampingan dan pelatihan tambahan. Misalnya, dengan menyediakan alat digital yang lebih sederhana dan mudah digunakan, serta menyelenggarakan sesi pelatihan lanjutan yang lebih interaktif. Selain itu, UNJ juga berupaya membangun jaringan kemitraan dengan lembaga keuangan dan organisasi lain untuk memberikan dukungan pendanaan dan sumber daya tambahan.

Selain itu, tantangan dalam pengelolaan keuangan dan perpajakan juga menjadi fokus utama. Banyak pelaku UMKM yang masih kurang memahami tata cara pengajuan pajak dan penyusunan proposal bisnis. Untuk mengatasi ini, UNJ menyediakan bimbingan intensif dan materi pelatihan yang mudah dipahami. Dengan pendekatan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih percaya diri dalam mengelola bisnis mereka.

Kesimpulan

Program PkM yang dilaksanakan oleh Program Studi S2 Magister Akuntansi FEB UNJ di Desa Bulak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Dengan pelatihan pengelolaan keuangan digital, pembuatan konten marketing digital, dan penyusunan proposal bisnis serta perpajakan, pelaku UMKM di Desa Bulak diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selain itu, program ini juga menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menciptakan solusi yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan komitmen UNJ dalam mendukung SDGs 8, diharapkan Desa Bulak dapat menjadi model desa yang berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.

Melalui kegiatan ini, UNJ tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat Desa Bulak untuk lebih mandiri dan berkembang. Dengan dukungan yang diberikan, pelaku UMKM di Desa Bulak dapat menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Type above and press Enter to search.